Gateball yang dicetuskan pertama kali
oleh Eiji Suzuki di Hokkaido Jepang pada tahun 1947, merupakan hasil modifikasi
terhadap permainan Croquet yang berasal dari benua Eropa, sebagian informasi
menyebutkan berasal dari Perancis, namun sebagian lainnya menyebutkan berasal
dari Inggris. Pada masa itu industri karet Jepang mengalami penurunan produksi
yang sangat parah, sehingga masyarakat mengalami kesulitan untuk mendapatkan
bahan dasar utama untuk kebutuhan berbagai peralatan permainan olahraga
terutama untuk membuat bola.
Gateball mulai populer pada akhir tahun 1950-an, berkat jasa
seorang instruktur pendidikan jasmani yang memperkenalkan gateball kepada kaum
perempuan dan kelompok-kelompok masyarakat Kumamoto City yang telah lanjut
usia. Pada tahun 1962, terbentuklah Asosiasi Gateball Kumamoto yang kemudian merumuskan
seperangkat aturan permainan yang bersifat lokal. Pola permainan ini menjadi
lebih dikenal secara nasional setelah didemonstrasikan pada pertemuan kebugaran
nasional di Kumamoto pada tahun 1976.
Dalam waktu yang relatif singkat,
popularitas gateball mulai dikenal oleh kalangan pejabat pemerintah daerah
berkat adanya perwakilan dari kelompok warga yang sudah lanjut usia
memperkenalkannya ke seluruh negeri. Pada tahun 1984, didirikanlah Japan
Gateball Union (JGU) dengan ketua perdananya Ryoichi Sasakawa. Pada tahun itu,
JGU mulai lebih mengembangkan peraturan permainan dan menyelenggarakan
kejuaraan gateball tingkat nasional untuk pertama kalinya. Tahun berikutnya,
JGU bersama dengan beberapa perwakilan negara yang telah mengenal permainan gateball
antara lain dari Tiongkok, Korea Selatan, Brasil, Amerika Serikat, dan Cina
Taipei membentuk World Gateball Union (WGU).
Seiring dengan perkembangan permaian
gateball ke berbagai negara, beberapa negara lain mulai bergabung yaitu
Bolivia, Paraguay, dan Peru pada tahun 1987, Argentina dan Kanada pada tahun
1989, selanjutnya Singapura bergabung pada tahun 1994 yang disusul oleh Hong
Kong pada tahun 1998, Australia tahun 2003, dan Makau pada tahun 2005.
Indonesia sendiri mulai bergabung secara resmi dengan WGU pada tanggal 21
Agustus tahun 2013 sebagai negara anggota ke 17 melalui persetujuan dari 43
anggota pemilik suara.
Saat ini gateball disebut sebagai
sebuah olahraga beregu yang menggunakan palu yang mirip dengan permainan
crocquet. Gateball merupakan permainan cepat namun tidak ada kontak fisik antar
pemain, dan memerlukan kemampuan akurasi dan perencanaan serta penerapan
strategi yang sangat tinggi. Sehingga gateball dikatakan sebagai suatu "
highly dinamics strategic game ". Gateball dapat dimainkan oleh berbagai
kalangan tanpa memandang usia atau jenis kelamin dan sampai dengan saat
initelah dimainkan oleh lebih dari 10 juta orang dari 17 negara yang tersebar
di Australia, Amerika, dan Asia termasuk Indonesia. Gateball masuk ke Indonesia
melalui Pulau Bali sekitar tahun 1994. Selanjutnya peminat permainan gateball
menyebar secara perlahan ke berbagai kota di Indonesia mulai dari wilayah
Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi, Yogyakarta, Banten, Sulawesi Tengah,
Sulawesi Utara, Jawa Barat, Jambi, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan,
Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, Jawa Tengah.
Gateball Kabupaten Deli Serdang berdiri Pada Jum'at, 21 Desember 2018 di Aula III Kantor Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Deli Serdang. Ketua HERIANSYAH SIREGAR,
ST, MT, Sekretaris JHONSON ROY HUTAPEA,
S.Pd dan Bendahara T.NAZILAH JOHAN,
S.Sos dilantik Oleh Bapak Ir.
Paul Ames Halomoan Siahaan, M.Sc dan dihadirin Ketua KONI Deli Serdang Bapak Drs. H. Erwin Pelos,


Salam gateball
ReplyDeleteGateball...
Gateball...
Gateball...
Jaya.....